BATUBARA — Di jalan raya, bahaya sering datang tanpa suara. Bukan dari kecepatan, bukan pula dari cuaca, melainkan dari lubang-lubang kecil yang kerap luput dari perhatian. Bagi pengendara, terutama roda dua, satu lubang saja bisa mengubah perjalanan pulang menjadi petaka.
Kesadaran itulah yang membuat patroli Satlantas Polres Batu Bara siang itu tidak sekadar berlalu.
Kasatlantas Polres Batu Bara AKP Simon E. Simatupang, S.H., M.H. bersama personel menghentikan laju kendaraan dinas saat mendapati kondisi jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan. Tidak ada agenda seremonial, tidak ada persiapan khusus. Yang ada hanyalah keputusan spontan untuk tidak berpaling.
Petugas turun ke badan jalan. Di tengah lalu lintas yang tetap bergerak, mereka berinisiatif melakukan penimbunan sementara—sebuah langkah sederhana yang mungkin tak tercatat dalam laporan panjang, namun bermakna besar bagi keselamatan warga.
Aksi Polantas Peduli itu berlangsung di dua titik lokasi, yakni Jalan Desa Mangkai Baru, Kecamatan Limapuluh, serta Jalan Juanda, Lima Puluh Kota, Kecamatan Lima Puluh, jalur yang kerap dilalui masyarakat menuju pusat pemerintahan dan aktivitas harian, Rabu (21/1/2026).
Di lokasi, suasana terasa berbeda. Tidak ada sekat kewenangan, tidak ada jarak antara aparat dan masyarakat. Yang menyatukan mereka adalah satu tujuan yang sama: mencegah kecelakaan sebelum terjadi.
Kasatlantas Polres Batu Bara AKP Simon E. Simatupang menyebut, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian awal agar risiko di jalan bisa ditekan semaksimal mungkin.
“Kami hanya mencoba mengurangi potensi bahaya yang ada. Ketika patroli menemukan kondisi jalan yang berisiko, kami lakukan penanganan sementara agar pengguna jalan bisa lebih aman melintas,” ujarnya dengan nada tenang.
Bagi jajaran Satlantas, patroli bukan semata soal peluit dan isyarat tangan. Patroli adalah kehadiran. Hadir untuk melihat, mendengar, dan bertindak ketika diperlukan. Karena di balik setiap kecelakaan, selalu ada cerita tentang keluarga yang menunggu di rumah.
Langkah kecil seperti menimbun lubang jalan mungkin tak mengubah wajah infrastruktur secara keseluruhan. Namun bagi satu pengendara yang selamat melintas hari itu, langkah tersebut bisa berarti segalanya.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Batu Bara mengajak masyarakat untuk turut peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar dan tidak ragu melaporkan jalan rusak atau titik rawan kecelakaan. Sebab keselamatan lalu lintas bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama.
Di jalan raya Batu Bara, patroli hari itu meninggalkan pesan sederhana namun kuat: bahwa terkadang, menjaga nyawa dimulai dari berhenti sejenak, lalu peduli. (Putra)
